Kena tilang

Kemaren sore, waktu gw abis balik dari pameran di kemayoran, gw ditilang di bawah jembatan deket stasiun dan LP Paledang

Bukan, gw bukannya mau curcol tentang gimana resehnya Pak Polisi waktu nilang gw. Justru sebaliknya. Abis disetopin dan disuruh masuk ke pos polisi deket situ justru Pak Polisi dengan baiknya ngasi tau apa dosa dan kesalahan gw, selanjutnya gw ditanya.

"Bhapak mau memilih ikhut sidhang atau menitipken sidhang sajha?"

Berhubung gw ga tau nitipin sidang itu prosedur resmi atau sekedar metode baru sogok-menyogok, akhirnya gw milih untuk ikut sidang aja. Dengan pertimbangan, 'biarin deh ribet dikit, asal duitnya masuk kas negara' (->tumben jalan pikiran lagi lempeng)

"Ya sudha, kalaw begithu mBhapak datang sajha ke pengadhilan negri mBhogor minggu depan. Ini surat thilangnya."

Sekilas terbersit ide jail di kepala gw. Sekedar untuk ngetest, gw tawarin buat damai aja dengan ngasih 10 rebu perak ke Pak Polisi baik hati itu, dia nolak. Gw tingkatkan tawaran jadi 20 rebu, dia malah bilang...

"Sudha, sudha, ndak usah memaksaken dhiri. Bhaiknya mBhapak datang sajha ke sidhangnya."

Ah, walaupun sedih karena SIM gw ditahan tapi gw cukup senang juga, ternyata Polisi2 di Bogor udah mulai aware sama peraturan dan anti disogok.

Jadi Sobat Muda, kita nantikan cerita seru sidang pelanggaran lalu lintas gw minggu depan.

Apakah benar sidang pelanggaran lalu lintas ribet dan menyebalkan?

Apakah benar menitipkan sidang adalah prosedur yg legal?

Apakah benar meminum teh sehabis makan dapat mengurangi penyerapan kandungan gizi oleh tubuh? (-> sok, padahal ga nyambung!!)

Tunggu jawabannya minggu depan, tentunya di CumyPoenya.blogspot.com

...to be continue...
Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
rz ard
admin
23 April, 2009 16:35 ×

kok ditilang bang?

Reply
avatar
tissuebasah
admin
07 Mei, 2009 07:17 ×

cumiii...

wahahahaha..pernah kena tilang juga toh bapak transportasi ini...

:))

Reply
avatar
Thanks for your comment