Melawan Move On

Tahun 2011 yang baru aja berlalu bisa dibilang tahun yang buruk...... buat percintaan saya! Hahahahaa :D

Di awal 2011 saya putus sama pacar yang udah bareng2 selama 3 tahun. Sakitnya gak usah ditanya! Saking gebleknya gara2 putus saya sampe ngabisin 2 bungkus rokok sehari setelah kejadian. Untungnya cuma sehari. Besoknya waktu mau buka bungkus rokok ketiga saya ngebatin dalam hati: "Gue mau punya kendali penuh atas diri gue. Termasuk atas hati dan perasaan gue!" Makanya saya gak jadi buka bungkus rokok itu, dan alhamdulillah gak pernah tergoda lagi buat jadiin benda adiktif satu itu sebagai pelarian. Ya iyalah... Yang udah ngerokok aja mati2an pengen berhenti. Ini kok saya malah niat ngerusak diri! :D


Eniwei, balik ke soal putus. Saya menyadari salah satu hal yang bikin kepengen gali kubur setelah kita mengakhiri suatu hubungan sebenarnya adalah kenangan2 yang pernah dilewatkan bareng dia. 
Raditya Dika pernah menulis dalam salah satu bukunya, Marmut Merah Jambu: "Bisa apa manusia melawan kenangan2 yang memaksa untuk terus diingat?"

Seperti model soal pilihan berganda di Ujian Akhir Nasional, pertanyaan ini memberikan banyak alternatif pilihan jawaban. Misalnya:
a. garuk2 aspal
b. galau tak berkesudahan
c. kejang2
d. semaput
e. paket combo: garuk2 aspal karena galau tak berkesudahan yg bikin kejang2 sampe semaput
f. dst...

Dan beberapa hari yang lalu, di satu tengah malam sambil saya iseng main bass, saya mencoba berkontemplasi dan mengevaluasi apa aja yang sudah saya alami sepanjang tahun 2011. 

Tanpa bisa ditolak yang hadir justru kenangan2 itu lagi. Mulai dari pertama kali ngeliat ketika dia melintas di kantin Fakultas saya (dan bikin saya ngebatin, "lucu ih itu cewek, kalo jalan gelinding saking chubby-nya :D), sampe remuk redamnya saya waktu harus mengetikkan kata2 pisah di skype, waktu harus membuatnya resmi selesai. Semuanya berlalu dengan cepat seperti time laps berbentuk montage atau potongan2 adegan di dalam sebuah film. Pelan tapi pasti semuanya itu menyesakkan, tapi anehnya, juga melegakan...

Dan entah dari mana ada sebuah suara kecil di dalam hati yang berbisik: "Gimana kalo let it flow aja?" Maksudnya harus diakui saya seringkali gagal untuk memblokir kenangan2 itu, makanya gimana kalo kasih kesempatan kenangan2 itu untuk masuk, nikmati, dan biarkan dia keluar lagi setelahnya. Isn't that better?

Saya mengistilahkan moment ini Melawan Move On.


Toh ternyata cuma butuh waktu sesaat untuk tertekan karena kenangan2 itu, untuk setelahnya mengalir kembali, dan menjadi biasa lagi. Dibanding dengan melawannya yang malah bikin kepengen handstand akibat galau.

Jadi kalo pun diharuskan memilih satu dari sekian banyak pilihan jawaban terkait pertanyaannya Raditya Dika tadi, saya pilih... z. melanjutkan hidup sambil SESEKALI memberi ruang untuk Melawan Move On. Karena seperti saya pernah bilang di twitter...

"...if Move On means forgetting you, 
then I'd rather be stuck!"

Eniwei, 2012. Sepertinya moment yang tepat untuk memulai lembaran baru. 

Selamat tahun baru! :)
Previous
Next Post »

4 comments

Click here for comments
@bbayuaji
admin
03 Januari, 2012 18:11 ×

oooh... Jadi lo udah putus cum.... #ketinggalanBerita #ditoyor cumi

Reply
avatar
03 Januari, 2012 19:20 ×

dari pada move on mending ngemut roll on ka!!

Reply
avatar
wongkamfung
admin
06 Januari, 2012 06:49 ×

Seneng baca tulisan orang realitstis seperti ini.

Salam persahablogan,
;-)

Reply
avatar
Anonim
admin
23 Juli, 2012 23:20 ×

Enakny bca posting ini.sperti brkaca pd diri sndiri.
Smakin brusaha mlupakan smakin teringat malah ya ka.
Sy ga pernah trpikirkan utk mlupakan dia yg tlah brsama dgn sy 5 thun lamany..krna dia adlh bagian indh dlm hdup sy. Mlah sy slalu mengingat momen bhagia kami. Stiap 18 april..sy jdikan tgl mngenang..d 1 hr it hrus byk hal sy tulis tntg dia.. Trmasuk Tuhan yg memanggilnya di tgl yg sama dua tahun silam.

Reply
avatar
Thanks for your comment